Playing via Spotify Playing via YouTube
Skip to YouTube video

Loading player…

Scrobble from Spotify?

Connect your Spotify account to your Last.fm account and scrobble everything you listen to, from any Spotify app on any device or platform.

Connect to Spotify

Dismiss

A new version of Last.fm is available, to keep everything running smoothly, please reload the site.

Nikmat Semalam - Lyrics

Yang dulu satu kini berpecah sudah,
akibat tamak semua nikmat punah,
si anak anak kecil,
tangisan tak di endah,
kita semakin kejam atau kurang bertuah,
mana pergi nikmat semalam,
sang suria pun jemu mula muak,
kita semua riak,
hilang nikmat semalam,
yang ditunggu esok, tak pasti digenggam,
dendam takkan padam,

Politik semua ada politik,
even kemarau atau datang hujan menitik,
bagai si tukang tilik,
putar otak yang cilik,
sedar tak sedar yang kita
milik habis semua diculik,
pertahankan iman atau belas ikhsan,
yang dipesan nenek moyang
hilang tanpa kesan,
semangat atau maruah mati tak bernisan,
apa yang nak ku luah
terpendam tak berlisan,
pahala menangis kita mandi dosa,
hilang nikmat sampai
malaikat cabut nyawa,
apa yang dikata kurangnya dikota,
sengsara di bawah bukan
atas yang merasa,
meraba, tapi tak buta,
kita sering dibenci tenaga diperkuda,
suara hiba ditepis
bagai tak berperasaan,
akta bunuh diri mereka kuat kuasakan.

Yang dulu satu kini berpecah sudah,
akibat tamak semua nikmat punah,
si anak anak kecil,
tangisan tak di endah,
kita semakin kejam atau kurang bertuah,
mana pergi nikmat semalam,
sang suria pun jemu mula muak,
kita semua riak,
hilang nikmat semalam,
yang ditunggu esok, tak pasti digenggam,
dendam takkan padam.

Apa lagi nak dilelong,
supaya dapat bernafas
sesak tak tertanggung,
rasa hina atas bumi tuhan,
asal satu jalan tapi dihujung
kita berbeza persimpangan,
si tua hanya mampu perhati,
sedang si muda hampir
mati ditusuk belati,
ingin bebas seperti merpati,
tetapi impian hancur
dibelah dan digergaji,
oleh gergasi, barisan konspirasi,
generasi yang kenalkan kita dengan ABC,
dan dalam diam mereka berakar umbi,
mencengkam kuku besi tutup pintu rezeki,
neraka di kanan, syurganya di kiri,
takkan termampu fikir tahap tertinggi,
dan yang hakiki akan kekal hakiki,
nikmat hari semalam abadi dalam mimpi.

Yang dulu satu kini berpecah sudah,
akibat tamak semua nikmat punah,
si anak anak kecil,
tangisan tak di endah,
kita semakin kejam atau kurang bertuah,
mana pergi nikmat semalam,
sang suria pun jemu mula muak,
kita semua riak,
hilang nikmat semalam,
yang ditunggu esok, tak pasti digenggam,
dendam takkan padam.

Don't want to see ads? Subscribe now

API Calls