Loading player…

T erbentuk dipenghujung 1996, tepatnya di kota Bandung tanggal 11 November 1996. Awalnya mereka menamakan dirinya LUMPUR, dengan line up orsinilnya Iye, Mimi, Diki, dan Dida yang saat itu terinfluence band Belanda semisal SINISTER. Mereka pun akhirnya pekat terkontaminasi DEATH METAL. Namun sangat disayangkan, setelah melewati banyak event, band ini dilanda kevakuman.

Meskipun eksis kembali setelah beberapa bulan lamanya mengikuti event-event Underground, kondisi band makin memburuk. Mereka hanya bertahan selama satu tahun. Sejak itu Lumpur kembali di landa kevakuman karena dua orang pionirnya, posisi bass dan drum mengundurkan diri. Totally, band ini vakum selama satu tahun enam bulan

Perjuangan seakan tak mengenal kata lelah. Akhirnya, setelah sekitar 3 tahun tak menentu, LUMPUR kembali merangkak aktif di-scene underground Indonesia pada pertengahan tahun 1999. Beserta line up fresh-nya dengan orang yang sudah lama berkecimpung di dunia underground, LUMPUR akhirnya mempunyai adrenaline baru seperti Kamal (Vokal), Aiep (Bass), Agus (Drum), dan Putra sebagai Lead Guitar.

Tidak hanya formasi anyar, konsep pun berubah haluan menjadi BRUTAL DEATH METAL dengan teracuni kembali oleh band-band luar seperti DYING FETUS, PIREXIA, DEVOURMENT, DEEDS OF FLESH dll. Perkembangan tak berhenti sampai disitu saja, pada formasi ini LUMPUR sudah menghasilkan beberapa lagu antara lain Dissillutionment, Impurity, dan Premature Suffering yang sudah siap dipasarkan ke audiencenya. But then the nightmares strikes back!! Tepat tanggal 6 mei 2000, Lumpur tergoyangkan kembali setelah beberapa lama eksis dijalur underground. Kamal sang vokalis saat itu mengundurkan diri dari LUMPUR karena sesuatu hal.

Praise the Lords. Kekosongan itu tidak berlangsung lama seiring masuknya Fadly si Growler dari Noise Damage pada tanggal 13 mei 2000. Meskipun mengaku untuk saat itu formasi Lumpur sangat solid dengan berpersonilkan FADLY (Vokal), PUTRA (Guitar), AIEP (Bass), dan (AGUS) Drum, ternyata perkiraan mereka salah total. Karena formasi tersolidnya baru bersua di generasi mereka yang kesembilan. Adalah Andre (Guitar) dan Dicky (Bass), prajurit metal dari POSTMORTEM yang akhirnya mendarat di band ini, dibarengi Ari (Drums) menggantikan Sinchan sepeninggal Agus, yang juga akhirnya terdampar dalam band dengan konsep musik EXPLICIT PROGRESS HYPERBLASTING-nya ini.

Grand theme aktual seperti penderitaan, kebusukan moral manusia, peperangan dan kehancuran mendominasi mayoritas materi lagu dan lirik. Sekitar tahun ini mereka mengikuti kompilasi yang diadakan oleh Extreme Soul Production (ESP) sembari mempersiapkan lagu-lagu yang mereka niatkan untuk di-release dalam bentuk full album. Akhir 2002 album tersebut berhasil di rampungkan dan resmi disunting oleh ESP dengan title LUMPUR. Album ini launch pada awal Februari 2003 silam.

Derita lama kembali mendera band metal ini, kevakuman dan miskomunikasi seolah menemani debut album mereka. Menanggapi hal tersebut, tepat 11 Juni 2004, para personil pun akhirnya sepakat merubah nama band ini menjadi DETERMINED sesuai dengan keteguhan hati mereka untuk tetap konsisten berada di jalur metal. Namun keadaan berbanding terbalik, puncaknya 16 Mei 2004, PUTRA sang gitaris yang juga pionir band ini akhirnya menyatakan hengkang.

Sebagai sebuah band yang mencoba eksis dan berkarya mereka pun bangkit berdiri melangkah menuju rencana selanjutnya, mengarap materi album kedua, namun apa mau dikata band ini bubar jalan 2005 berubah nama menjadi Determined dengan formasi terakhir Fadly (vokal), Dicky (bas), Ari Bejo (drum), Hendrix (gitar) mengantikan Andre yang mengundurkan diri dan Putra (gitar) yang sebelumnya telah dipecat karena indisipliner.

Fadli memutuskan mengganti nama Lumpur menjadi Determined disela project musikalnya bersama The Earth Bleeds Fire [Morggth alias Indra Wirawan dari Rajasinga pada posisi bass, Cepi pada gitar, dan Ari Iradea pada drum. Grup ini menghasilkan demo album live yang tidak pernah mereka rilis ke publik. Sejak 2005 beralih menjadi Determined, hanya sekali aksi panggung dilakukan di bekas pub depan Gedung Merdeka.

DETERMINED are :
Fadli Eka Putra - Vocals.
Ari Iradea - Drum.
Dicky Supriyadi - Bass.
Hendrik - Gitar.

Features

API Calls